Kisah Keteladanan Nabi Ibrahim As

Kisah Keteladanan Nabi Ibrahim As – Pada bulan Juli, gambar Hazrat Ibrahim (saw) akan ditinjau kembali. Inilah sebabnya mengapa ada dua hukum ibadah di bulan ini yang tidak dapat dipisahkan dari manusia agung ini, yaitu Haji dan Kurban. Selain menjadi salah satu Utusan Ulu al-Azmi (ketabahannya), ia juga dikenal sebagai Khalilullah (Kekasih Allah) dan Abu al-Anbiya (Bapak Para Nabi).

Perjalanan hidup manusia terbesar setelah Muhammad SAW adalah perjalanan penguatan Tauhid. Ketaatan dan keimanan luar biasa yang ditunjukkan ayah kedua Nabi kepada dua ibu yang berbeda yaitu Hazrat Ismail (dari ibu Hajar) dan Hazrat Ishaq (dari ibu Sarah) saw, sulit dicapai oleh orang awam. Sebuah contoh yang harus kita pelajari dalam hidup kita.

Kisah Keteladanan Nabi Ibrahim As

Hazrat Ibrahim (saw) selalu berdiri di atas kebenaran dan tidak pernah menyimpang darinya. Kedudukannya dalam agama sangat tinggi (spiritual) dan selalu beriman sepenuhnya. Beliau tidak pernah lupa mensyukuri segala nikmat-Nya (Qus al-Nahl: 120-121).

Modul Pai Kelas 5 Bab 5

Hazrat Ibrahim (saw) adalah pelopor tauhid. Perjalanan hidupnya dipenuhi dengan dakwah tauhid. Beliau selalu menyeru umatnya ke jalan Allah dan melarang mereka mengikuti secara membabi buta ajaran agama nenek moyang mereka (QS al-Anbiya: 52-58).

Allah memilihnya dan membimbingnya ke jalan yang lurus serta memberinya segala kebaikan dunia dan akhirat (Surat al-Nahl: 121-122). Padahal, Allah Ta’ala telah menyatakannya Halil (penyayang). (Surah al-Nisa: 125).

Perjalanannya merupakan cerminan ilmu agama yang diwariskan orang tua kepada anak cucunya (Al-Baqarah: 132). Padahal Nabi Ibrahim (saw) selalu berdoa dan berdoa kepada Allah SWT untuk kesalehan anak cucunya (Ibrahim s: 35 dan 40).

Perjalanan hidupnya juga mengandung pelajaran berharga bagi anak-anak karena beliau adalah anak yang sangat setia kepada orang tuanya dan selalu menyampaikan kebenaran kepada mereka dengan sebaik-baiknya (Maryam, 42-45). Ketika ayahnya, Azar, seorang penyembah berhala Tuhan, menanggapi dengan kasar, Nabi Ibrahim (saw) dengan lembut berdoa memohon belas kasihan ayahnya (Maryam hal. 47).

Promo My Golden Age Kisah Teladan Nabi Ibrahim A.s. Diskon 25% Di Seller Toko Buku Murahjaya Official

Ada pula hikmah berharga seorang ayah kepada anak-anaknya dalam kisah Hazrat Ibrahim alaihissalam, bahwa kepala keluarga mempunyai tempat untuk memikirkan setiap keputusan anak-anaknya. Perintah langsung Allah untuk menyembelih anak tersebut, memberinya kesempatan untuk mengutarakan pendapatnya (Al-Safaat: 102).

Perjalanan hidup pendiri agama Hanif ini juga menjadi pelajaran berharga bagi para suami istri. Prinsip membangun kehidupan berkeluarga adalah ridha terhadap perintah Allah. Hal ini terlihat dari percakapan Nabi Ibrahim dengan istrinya Hajar, ketika Nabi Ibrahim as membawa beliau dan anak-anaknya ke kota Makkah yang masih tandus dan tidak berpenghuni, sesuai perintah Allah SWT.

“Apakah Allah Ta’ala memerintahkan kamu melakukan hal ini?” Ibrahim berkata, “Iya.” Kemudian (segera) Hajar berkata: “Maka Allah Ta’ala tentu tidak akan menyusahkan kita.”

Kisah nabi ibrahim as singkat, kisah keteladanan nabi ibrahim, kisah tentang nabi ibrahim as, cerita kisah nabi ibrahim, kisah keteladanan nabi ibrahim singkat, kisah keteladanan nabi musa as, kisah nabi ibrahim lengkap, kisah nabi ibrahim, keteladanan nabi ibrahim, nabi ibrahim as, kisah nabi ibrahim as, kisah nabi ibrahim as lengkap

Check Also

hukum nikah siri dalam islam

Definisi dan Konsep Nikah Siri dalam Islam Nikah siri merupakan pernikahan yang dilakukan tanpa melalui …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *