Kisah Nabi Nuh Dan Hikmahnya

Kisah Nabi Nuh Dan Hikmahnya – Jika kita berbicara tentang sejarah keluarga Nabi Nuh ‘alayhissalam, tanpa sadar banyak orang yang menindas Nabi Nuh ‘alayhissalam, karena kita menempatkan Nabi Nuh ‘alayhissalam sebagai orang yang tidak mendidik keluarganya, yakni istri dan anak-anaknya. Maka ketika kita gagal, kita bandingkan diri kita dengan Nabi Nuh dengan alasan bahwa jika Nabi Nuh gagal maka wajar jika ada orang yang gagal, begitu pula ketika kita berhasil mendidik anak kita maka kita merasa lebih baik dari Nabi Nuh. Hal ini merupakan bentuk ketidakadilan kita terhadap Nabi Nuh ‘alaihissalam.

Meski hendaknya kita membayangkan Nabi Nuh ‘alahissalam sebagai nabi yang sukses dalam keluarga, namun kita tidak boleh menjadi musuh para nabi, khususnya Nabi Nuh, karena ketidakadilan yang kita alami.

Kisah Nabi Nuh Dan Hikmahnya

Ketidakadilan kami dalam memaknai kegagalan Nabi Nuh dalam mendidik keluarganya diawali dari kegagalan kami dalam menafsirkan dan menjelaskan ayat-ayat Allah yang berisi kisah keluarga Nabi Nuh.

Rendah Hati, Memetik Hikmah Atas Kisah Nabi Musa Dan Nabi Hidir

Sesungguhnya Allah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim, dan keluarga Imran (pada masanya masing-masing) di atas semua manusia.

Fi’il Mazid yang artinya mubalaghoh (banyak) yang artinya tidak hanya dipilih tetapi benar-benar dipilih (sebenarnya disaring) sehingga Nabi Nuh adalah orang yang sangat terpilih.

Dalam ayat ini, Nabi Adam dan Nabi Nuh tidak disebutkan sebagai keluarga. Jadi menurut kami meskipun Nabi Nuh tidak mendidik keluarganya, namun ayat ini bukan untuk menunjukkan kegagalannya melainkan untuk meninggikan nama-nama orang yang menjabat.

Surat Ali Imran menyebutkan pada ayat 33, Nabi Nuh ‘alahissalam adalah manusia pilihan dari seluruh alam. Istri dan anak-anaknya sangat khawatir, namun bukan berarti mereka gagal. Yang perlu kita pahami adalah hikmah di balik cerita tersebut. Karena di balik setiap peristiwa dan ciptaan ada hikmah yang disediakan Allah untuk dipahami dan dipelajari manusia.

Jual Kumpulan Kisah Penuh Hikmah: 25 Nabi Dan Rasul By Tim Win

Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, dan pada pergantian siang dan malam terdapat tanda-tanda bagi manusia yang berakal,

Semoga berkah Allah menyertai Anda.

Mereka adalah orang-orang yang mengingat Allah dalam segala keadaannya, baik berdiri, duduk, atau berbaring. Mereka merenungkan penciptaan langit dan bumi lalu berkata: “Ya Tuhan kami, Engkau tidak menciptakan makhluk-makhluk ini dengan sia-sia. .:91)

Oleh karena itu, tidak ada satu pun ciptaan Tuhan yang sia-sia, tidak ada satupun ciptaan Tuhan yang salah. Karena segala sesuatu yang Tuhan ciptakan pasti ada hikmahnya.

Hikmah Yang Dapat Diambil Dari Wafatnya Nabi Sulaiman

هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعّ ثُمَّ ثُمَّ ثُمَاس َُس َي الْارْضِ َّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ ۚ وَهُكُم

Allah-lah yang menciptakan untuk kamu segala yang ada di muka bumi dan Dia (menciptakan) langit, kemudian Dia menjadikannya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui. (Pertanyaan 2:29)

خَلَقَ لَكُم مَّا فِيلامَ رضعِ جَمِيعّ : Artinya memberikan kepadamu segala sesuatu yang berguna di bumi, sehingga kamu dapat memperoleh manfaat darinya dalam hidupmu.

1. Al Intifa : Mengambil (membuat dan memanfaatkan) manfaat. Sebagaimana segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah, kita mendapat manfaatnya dan Allah memampukannya.

Mukjizat Terjadi Saat Orang Orang Membuang Kotoran Ke Perahu Nabi Nuh

2. Al Itibar : Mengambil hikmah. Berpikir, bersyukur, mendalami misteri alam dan ciptaan Tuhan di alam semesta ini.

3. Al Ikhtibar : Ujian. Segala sesuatu yang diciptakan Allah adalah ujian bagi manusia, misalnya: setan, semua binatang yang diharamkan Allah kepada kita, dan sebagainya.

Allah menjadikan Nabi Nuh Intifa untuk kita, dan Allah menjadikan istri dan anak-anaknya Itibar untuk kita. Sedangkan bagi Nabi Nuh sendiri, istri dan anak-anaknya menjadi sumber nafkah baginya.

Ketika Nabi Adam ‘alahissalam diutus sebagai nabi, kemusyrikan belum sampai ke negeri ini, semua orang masih menganut paham Hanifisme tauhid. Syirik terjadi sebelum Nabi Nuh diutus dan Syirik terjadi ketika Nabi Nuh diutus sebagai nabi kepada kaumnya.

Kisah Nabi Nuh Lengkap Dari Lahir Sampai Wafat

Dan mereka berkata: “Jangan pernah meninggalkan (menyembah) tuhan-tuhanmu dan jangan pernah meninggalkan (menyembah) Wadd, dan jangan pernah meninggalkan Suwwa’, Yaghuts, Yauk dan Nasr.”

Wadd, Suwwa, Yaghut, Yauk dan Nasr. Semua itu adalah nama-nama orang yang bertakwa. Ketika mereka semua sudah mati, iblis berbisik kepada mereka untuk melakukan sesuatu untuk mengingat mereka dan meniru semangat ibadah orang suci itu, untuk melukiskan mereka menurut kemiripannya. Lalu waktu pun berlalu, dan waktu pun berganti dari waktu ke waktu, Setan Laknatullah menyeru mereka untuk beribadah selain Allah. Dari masa ke masa orang berkata: Sesungguhnya nenek moyangmu tidak membuat bentuk seperti itu, dan mereka tidak kecuali untuk memujanya. Maka mereka semua taat dan beribadah selain Allah.

Lihatlah bagaimana Setan mampu menunggu dengan sabar selama beberapa generasi untuk melihat hasil penipuannya. Oleh karena itu, sebagai orang beriman kita harus bersabar dan tidak terburu-buru dalam berdakwah dan mendidik generasi.

Nabi Nuh yang berdakwah selama 950 tahun, tidak hanya siang hari tetapi juga malam hari, tak henti-hentinya menyeru umatnya. Ia bersabar dengan gangguan fisik dan psikologis yang didapatnya selama jangka waktu yang lama itu.

Kisah Nabi Nuh A.s (part 2)

Nuh berkata: “Ya Tuhan, aku telah menyeru umatku siang dan malam, namun seruanku hanya menambah kemurtadan mereka (dari kebenaran). (QS. Nuh: 6-7)

“Dan sesungguhnya ketika Aku menyeru mereka (kepada iman) untuk memaafkan mereka, mereka menutup telinga dengan jari mereka dan menutupi (wajah mereka) dengan pakaian mereka dan tetap (menolak) dan sangat bangga.” (QS. Nuh : 8)

Allah Ta’ala pun menyikapi kaum Nuh yang melanggar batas tersebut dengan memberitahukan kepada Rasulullah Nuh alaihissalam bahwa tidak ada lagi umatnya yang beriman kepadanya.

“Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwa di antara umatmu tidak akan ada yang beriman kecuali orang-orang yang beriman (hanya), maka janganlah kamu bersedih atas apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS. Hud : 36)

Kisah Singkat Nabi Nuh

وَقَالَ نُوحٌ رَبِّ لَا تَذَرْ عَلى الْأَرْضِ مِنَ الْكَافِر ْكَافِر ِيَافِر ِيَافِر إِنَّكَ إِنْ تَذَرْهُمْ يُضِلُوا عِبَادَكَ وَلَا يَلَرْهُمْ يُضِلُّ dan Layanan Pelanggan

(Jika demikian) Ya Tuhanku, jangan tinggalkan satu pun orang kafir di muka bumi ini. Jika Engkau izinkan, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu (yang lain), dan akan selalu melahirkan anak-anak yang berbuat maksiat dan tidak beriman” (QS. Nuh: 26-27).

Ini syariat sebelumnya, ketika seseorang berbuat dosa dan melampaui batas, maka Allah langsung menghancurkan siksanya di dunia.

Nabi Nuh ‘alahissalam menjadikan seluruh umat manusia beriman, yang kafir ditenggelamkan di bumi. Meninggalkan orang-orang beriman untuk kembali ke tauhid.

Kenapa Istri Dan Putra Nabi Nuh Bertikai Dengan Nabi Nuh?

Oleh karena itu, tidak pantas jika ada orang yang menuduh Nabi Nuh Alaihissalam sebagai rasul yang tidak sabar terhadap umatnya, padahal Allah sendiri yang menamainya Ulul Azmi di antara para rasul. Alasan orang menuduh Nabi Nuh tidak sabar adalah karena Nabi Nuh meminta azab kepada umatnya kepada Allah.

Kami memahami alur cerita secara keseluruhan, mengapa Nabi Nuh mengucapkannya, agar kami tidak berprasangka buruk terhadap Rasulullah SAW.

Allah pun memerintahkan Nabi Muhammad untuk belajar dari kisah Nabi Nuh. Dalam surat Al Ahqaf ayat 35:

Untuk mengunduh

Nabi Nuh ‘alaihis Salam

Oleh karena itu, kamu yang mempunyai hati yang teguh seperti rasul, bersabarlah dan jangan terburu-buru. Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan terhadap mereka (hari itu) mereka tidak akan berada (di dunia), namun mereka seolah-olah berada pada saat saja. (Ini) cukup menjadi pelajaran, agar hanya orang fasik saja yang tidak binasa.

1. Allah mengakhiri surat ini dengan berpesan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam agar bersabar atas apa yang menimpa beliau akibat fitnah dan hinaan orang-orang sombong dan sesat; Dimana Allah memerintahkan kesabaran seperti kesabaran Ull Azmi dan kekuatan para rasul yaitu : Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad.

Dalam khutbah, dakwah yang pertama adalah kepada diri sendiri (diri sendiri), keluarga atau kerabat dekat (Qs. Asy-Syu’ara: 214), kemudian kepada lingkungan/masyarakat (Qs. Al-Hijr : 94).

Dan dakwah Nabi Nuh mencakup semuanya, karena dakwah para nabi selalu melalui proses dan urut-urutan dari Allah Ta’ala.

Buku 25 Kisah Hikmah Kenabian Penambah Hikmah, Ilmu

Nabi Nuh tidak memiliki kekurangan dalam kepribadiannya, namun kaumnya tidak mau mengikuti atau mendengarkannya karena menganggap Nabi Nuh adalah manusia normal seperti mereka dan umat lainnya. Sebagaimana dijelaskan dalam surat Hud ayat 27:

فَقَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَروا مِنْ قَوْمِهَ a مْ أَّذِينَ كَفْروا مِنا ْيِ وَمَا نَرىٰ لَكُّمْ عَلینَا مِنْ

Kemudian para pemimpin kafir kaumnya berkata: “Kami tidak melihat kamu melainkan sebagai manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang rendah hati yang cepat beriman, dan kami tidak melihat bahwa kamu mempunyai sesuatu pun.” keuntungan dari kami, nyatanya kami yakin kamu berbohong.”

Ya Tuhan! Maafkan saya, orang tua saya, mereka yang memasuki rumah saya dengan iman dan beriman, laki-laki dan perempuan. Dan tidak menambahkan apa pun kecuali kehancuran kepada orang-orang yang zalim”.

Kisah Nabi Nuh

(والد) merupakan isim fa’il dari kata wa-la-da yang artinya melahirkan. Dalam penggunaannya, kata walid hanya mempunyai satu arti, yaitu ayah kandung.

Sedangkan (الاب) dalam arti aslinya adalah yang mengajar atau memberi kehidupan. Jadi disini dapat diartikan sebagai orang tua yang sedang melakukan tugas pendidikan

Ayat di atas (Qs. Nuh: 28) menggunakan akar kata (والد) yang berarti Nabi Nuh mendoakan ayah dan ibu kandungnya.

Dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa ayah dan ibu Nabu Nuh adalah orang yang beriman karena Nabi Nuh berdoa memohon ampun kepada orang tuanya yang telah meninggal, karena itu kita tidak boleh meminta ampun kepada orang kafir.

Jual Buku Cerita Anak

Kisah nabi daud dan hikmahnya, kisah nabi singkat dan hikmahnya, kisah teladan nabi nuh, kisah nabi nuh singkat dan hikmahnya, kisah nabi nuh kristen, kisah nabi nuh, kisah nabi nuh singkat, kisah nabi nuh lengkap, kisah nabi dan hikmahnya, kisah nabi yakub dan hikmahnya, kisah tentang nabi nuh, kisah sahabat nabi dan hikmahnya

About admin

My name is Rafi, and I started this WEBSITE to keep track of what I want to write and to share my experiences with everyone. By posting it on the blog, I hope it will be valuable to many people.

Check Also

Barzanji Maulid Nabi Muhammad Saw

Barzanji Maulid Nabi Muhammad Saw – 30 Oktober 2020 09:17 30 Oktober 2020 09:17 Diperbarui: …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *